Minggu, 30 Juni 2013

Penggunaan Meropenem Pada bayi Dangan Infeksi Intraabdominal


February 12, 2013 06:30
Studi terbaru menunjukkan bahwa meropenem efektif dan relatif aman untuk pasien bayi dengan infeksi intra abdominal. Hal ini seperti tercantum dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical of Infectious Disease tahun 2012 ini. Infeksi intraabdominal umum terjadi pada pasien bayi dan secara signifikan dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Meropenem merupakan antimikroba spektrum luas dengan aktivitas yang sempurna terhadap bakteri patogen terkait infeksi intraabdominal.
Studi open label, dosis multipel ini mempelajari pasien bayi (lahir normal atau prematur) berumur kurang dari 91 hari yang dirawat di 24 neonatal intensive care units dengan dugaan atau diagnosis infeksi intraabdominal. Data kejadian yang tidak diharapkan (adverse event) dan kejadian tidak diharapkan yang serius (serious adverse event) dikumpulkan selama 3 hari pemberian dan  30 hari setelah dosis meropenem terakhir. Efektivitas obat dinilai menggunakan 3 kriteria: kematian, kultur bakteri dan presumptive clinical cure score.
Dari 200 subyek yang didaftarkan dalam studi ini, 99 (50%) mengalami kejadian yang tidak diharapkan, dan 34 (17%) mengalami kejadian tidak diharapkan yang serius; Hampir tidak ada kejadian tidak diharapkan yang mungkin atau pasti terkait dengan meropenem. Kejadian tidak diharapkan yang paling sering dilaporkan adalah sepsis (6%), kejang (5%), peningkatan konjugat bilirubin (5%0, dan hipokalemia (5%). Hanya 2 dari total kejadian tidak diharapkan yang serius yang mungkin terkait dengan meropenem (perforasi ileal terisolasi dan sepsis fungal). Efektivitas dapat dievaluasi di 192 (96%) pasien, dan tingkat kesuksesan perawatan sebesar 84%.
Belum diketahui secara jelas berapa dosis meropenem yang digunakan dalam studi ini, tetapi data-data sebelumnya menunjukkan meropenem dapat digunakan untuk neonatus pada kisaran dosis 15-20 mg/kgBB setiap 12 jam, pada bayi yang berusia lebih dari 7 hari, disarankan untuk menggunakan dosis 20 mg/kg setiap 8 jam.
Dari studi tersebut menunjukkan meropenem dapat ditoleransi dengan baik pada kelompok pasien bayi yang sakit kritis. Pemberian meropenem untuk pasien bayi dengan infeksi intraabdominal memberikan tingkat keberhasilan klinis yang tinggi.(AGN)


Image: Ilustrasi
Referensi:
1.Cohen-Wolkowiez M, Poindexter B, Bidegain M, Weitkamp JH, Schelonka RL, Randolph DA, et al. Safety and effectiveness of meropenem in infants with suspected or complicated intra-abdominal infections.Clin Infect Dis. 2012 Dec;55(11):1495-502.
2.Van den Anker JN, Pokorna P, Kinzig-Schippers M, Martinkova J, de Groot R, Drusano GL, et al. Meropenem Pharmacokinetics in the Newborn. Antimicrob Agents Chemother. 2009; 53(9): 3871–3879.